Skip to content

Selesai Program MBKM Membangun Desa, Mahasiswa Faperta ULM Ekspose Berbagai Produk Inovasi di Kampus

BANJARBARU – Puluhan produk hasil karya Mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ditampilkan, pada kegiatan Ekspose Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Membangun Desa. Beragam produk yang ditampilkan itu, merupakan hasil kegiatan para mahasiswa di lapangan.

Dekan Fakultas Pertanian ULM, Prof Akhmad Rizally Saidy, S.P., M.Agr.Sc., Ph.D menjelaskan, sebelumya pada Juli 2024 lalu sebanyak 225 mahasiswa Faperta ULM ditempatkan di Tanah Laut, Batola, Banjar dan Tapin. Mahasiswa di sana ujar Dekan melaksanakan program MBKM Membangun Desa, dengan berbagai kegiatan meliputi, KKN magang di perusahaan, dan sejumlah kegiatan pengganti pelajaran di kelas.

“Jadi mahasiswa yang ikut MBKM Membangun Desa ini paling tidak mendapatkan 10 sks, sebagai proses pembelajaran,” katanya, Jumat (6/9/2024). Lanjut dijelaskannya, bahwa KKN dengan konsep membangun desa ini baru pertama kali dilaksanakan oleh Faperta ULM, menyesuaikan program pemerintah pusat merdeka belajar kampus merdeka. “Jadi ada mahasiswa yang melaksanakan kegiatan di penyuluhan, dan ada juga yang di perusahaan,” jelasnya. Diharapkan, kegiatan tersebut dapat mendekatkan mahasiswa dengan masyarakat, dengan lebih banyak melaksanakan kegiatan di luar kelas.

“Semoga kegiatan ini dapat membantu percepatan pembangunan desa, dan memberikan pengalaman kepada mahasiswa kondisi sebenarnya di lapangan,” harapnya. Dalam pelaksanaanya, Faperta ULM bekerjasama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalsel dan Dinas Pertanian. Sekretaris GAPKI Kalsel, Hero Setiawan mengapresiasi kegiatan MBKM Membangun Desa Faperta ULM. Sebab dengan kegiatan ini mahasiswa dapat mengetahui seluruh proses perkebunan kelapa sawit.

Hal itu menurutnya penting dilakukan, sebab selama ini Hero menilai masih banyak pandangan negatif masyarakat terhadap aktivitas perkebunan kelapa sawit. “Dengan mahasiswa mengetahui kondisi sebenarnya, paling tidak mereka bisa menginformasikannya kepada orang terdekat, menjadi edukasi yang baik mengenai perkebunan kelapa sawit,” ujarnya. Satu hal dasar yang belum banyak diketahui oleh masyarakat mengenai perkebunan kelapa sawit ungkap Hero adalah proses produksi tanpa limbah.

Dengan kata lain, seluruh bagian tumbuhan kelapa sawit dapat dijadikan produk olahan selain CPO dan Kernel. “Kami menyebutnya hasil samping dari kelapa sawit, dan hari ini mahasiswa Faperta ULM, mampu membuat pakan ikan dan unggas dari hasil samping tadi,” terang Hero. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Post View : 422
EnglishIndonesia