Skip to content

Peduli Kabut Asap, GAPKI Kalsel dan Disbunnak Bagikan Masker Gratis untuk Masyarakat

BANJARBARU — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Selatan bergerak cepat merespons memburuknya kualitas udara akibat fenomena kabut asap dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berkolaborasi dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalsel, GAPKI membagikan 2.500 masker gratis kepada masyarakat di halaman Kantor Disbunnak Kalsel, Banjarbaru, Jumat (21/8/2026).

​Langkah tanggap darurat ini diambil seiring dengan makin meluasnya selimut kabut asap yang melanda Kota Banjarbaru dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Memasuki puncak musim kemarau, jarak pandang di sejumlah titik arterial—terutama pada pagi dan sore hari—mengalami penurunan signifikan. Asap pekat yang membawa partikel debu halus dan aroma terbakar ini mulai mengancam kesehatan masyarakat serta memicu lonjakan risiko kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

​Aksi pembagian masker secara langsung kepada warga ini merupakan bagian dari rangkaian program kepedulian GAPKI Kalsel. Sehari sebelumnya, Kamis (20/8/2026), GAPKI Kalsel juga telah menyerahkan bantuan sebanyak 17.500 masker yang disalurkan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel. Dengan demikian, total akumulasi bantuan masker yang disalurkan GAPKI Kalsel mencapai 20.000 pcs.

​Ketua GAPKI Kalsel menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata pelaku usaha sektor kelapa sawit dalam mendukung pemerintah daerah menanggulangi dampak kemarau ekstrem.

​”Kondisi kabut asap yang kian pekat ini memerlukan penanganan yang cepat dan kolaboratif. Pembagian masker ini adalah bentuk kepedulian awal kami untuk melindungi kesehatan masyarakat dari risiko paparan debu dan asap. Secara keseluruhan kami menyerahkan total 20.000 masker, di mana 17.500 pcs di antaranya sudah kami serahkan lebih dulu ke DLH dan BPBD Kalsel agar jangkauan distribusinya lebih luas, terutama bagi para petugas lapangan dan masyarakat di titik-titik rawan,” ujar Pimpinan GAPKI Kalsel.

​Melalui sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah ini, diharapkan tidak hanya membantu menekan risiko gangguan pernapasan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, tetapi juga mendorong kesadaran bersama dalam mencegah terjadinya pemantik titik api selama musim kemarau berlangsung.

Post View : 38
EnglishIndonesia